Dolar AS Tembus Rp 16.520, Krisis 1998 akan terulang?

pinisiedukasi.com – Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amarika Serikat di pasar terus melemah hingga menembus level 16.520. Melansir Jenius, pada pukul 14.41 WITA, rupiah berada di posisi Rp 16.520 per dollar AS pada perdagangan Jumat (20/03/2020), posisi tersebut merupakan level terendah sejak Oktober 2018.

Pada Januari lalu, rupiah adalah mata uang dengan kinerja terbaik di dunia setelah berhasil menguat lebih dari 2% terhadapa dolar Amerika Serikat. Aliran modal yang kuat masuk ke Indonesia menjadikan rupiah perkasa, sebabnya prospek pertumbuhan ekonomi global yang membaik di tahun ini.

Rupiah menyentuh level terlemahnya saat krisis moneter pada tahun 1998. Lalu, apakah ini menjadi tanda bahwa krisis sudah di depan mata kita?

Terlemah Sejak Krisis Moneter Pada Tahun 1998

Dolar Amerika Serikat terakhir kali menyentuh level tertinggi pada krisis moneter tahun 1998. Saat itu dolar Amerika Serikat menyentuh level Rp 16.000 lebih.

Rupiah mengalami tekanan terdalam setelah rekor pada saat krisis 1998 yang sebesar Rp 16.650. Fakta tersebut membuat rupiah pada tahun ini menjadi salah satu mata uang berkinerja terburuk di Asia.

Dolar Amerika Serikat tahun ini memang berbeda dengan saat krisis pada tahun 1998. Pada masa pemerintahan Presiden ke dua Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 2.000 dengan nilai terendah nya di Rp 1.977 per dolar Amerika Serikat pada tahun 1991.

Setelah rupiah sempat mencapai titik Rp 13.000, dolar Amerika Serikat sedikit menjinak dan kembali menyentuh nilai Rp 8.000 pada April 1998. Akan tetapi pada Mei 1998, Indonesia memasuki periode yang kelam. Penembakan terhadap mahasiswa, kerusuhan, dan jatuhnya Orde Baru menjadikan rupiah kian ‘terpuruk’.

Pada akhirnya dolar Amerika Serikat menyentuh nilai tertinggi sepanjang masa yaitu Rp 16.650 pada Juni 1998. Sampai akhirnya terjadi krisis moneter pada tahun 1998 dan terjadi pelemahan rupiah yang sangat signifikan. Rupiah terus terkikis seiring kian rontoknya cadangan devisa Indonesia.

Perbedaannya Dengan Krisis Moneter 1998

Pada tahun 1998 dolar amerika serikat berada di kisaran Rp 2.000. Lalu, dolar melesat hingga Rp 16.000 atau naik berkali lipat.

Berbeda dengan kondisi saat ini, dolar tembus Rp 16.000 dari kisaran RP 13.000 hingga Rp 14.000. Sehingga pelemahannya saat ini tidak sebesar saat krisis pada tahun 1998.

Salah satu faktor penyebab ekonomi Indonesia cenderung melambat adalah karena adanya virus corona. Akan tetapi, hal itu juga dialami oleh negara-negara lain. Pemerintah juga telah mengambil berbagai kebijakan untuk antisipasi sehingga diharapkan ekonomi indonesia cepat pulih.

 

30/04/2020

“Pinisi Edukasi Bantu Kelola Kelas Anda”

Bimbingan belajar yang paling beda dari bimbingan belajar lainnya karena Pinisi Edukasi merupakan perpaduan antara bimbingan belajar offline dan online untuk menjawab kebutuhan belajar murid di era kekinian. Proses pembelajaran dalam kelas didukung dengan fasilitas yang modern.

Postingan

Lokasi

Alamat

Abeli, Kota Kendari Sulawesi Tenggara, Indonesia

Waktu Kerja

Senin—Jumat: 9:00–5:00 Sabtu & Minggu: 11:00–3:00

top